Jika Aku Menjadi Wartawan
Dimulai
ketika akal ini berfikir, Siapa mereka mendapat data yang tak sembarang orang
bisa memperolehnya? Bagaimana tabung kaca bercolok kabel listrik dapat
memberitahu informasi dari penjuru dunia dengan cepat dan selengkap itu? Siapa
sosok beraut tegang bernada tegas yang ada di dalam layar bercahaya tersebut?.
Bertanya
kepada orang tua menjadi pilihan, ya mereka adalah orang orang pemburu berita.
Bekerja untuk bertanya dan mencari sebuah jawaban kebenaran, mempublikasikan
keresahan masyarakat. Awalnya terdengar mudah dan membosankan, ternyata itu
bukan pekerjaan buruk melainkan sebuah kehormatan
bisa menjadi wartawan.
Berwawasan
luas pasti, memiliki banyak teman dan relasi tentu, menjadi orang
terupdate informasi sangatlah benar, kehidupan
penuh tantangan ya. Sebagian hal positif yang didapat jika menjadi seorang
wartawan. Kehidupan yang dikejar deadline setiap detiknya memberi sensasi tersendiri
untuknya.
Bagi
kalian pecinta drama korea tentu tau cerita berjudul Pinocchio dan Healer yang
menjadi tren ketika itu. Diluar dari pandangan unsur menghibur flm nya, kehidupan
seorang wartawan yang penuh konflik menegangkan dan menarik untuk disimak adalah
gambaran besar dalam memilih profesi tersebut.
Proses
mencari dengan teknik observasi dan wawancara lalu menuliskannya menjadi berita
utuh yang actual, tajam dan berimbang tidaklah mudah. Salah langka nama media
pers tersebut lah yang tercemar buruk dan tidak lagi mendapat kepercayaan bagi
peminatnya. Perlu diketahui wartawan dengan media nya menjalankan biznis
tersebut berlandaskan kepercayaan konsumen, jadi sangat penting untuk wartawan
memiliki sikap kritis, konfirmasi dan berimbang.
Saat
ini saya menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Jakarta semester v jurusan
Teknik Grafika dan Penerbitan prodi Jurnaltik. Tak sedikit ilmu yang telah
didapat pengalaman, teman menjadi saksi proses pembelajaran dan kecintaan saya
terhadap dunia jurnalistik.
Bedasarkan
pengalaman magang selama dua bulan di media online Pos Kota memberi kesan luar biasa untuk saya menekuni lebih
dalam bidang ini. Anda harus cepat beradabtasi pada lingkungan sekitar demi mendapatkan
informasi lengkap tanpa membuat narasumber risih atau sungkan memberikan
pernyataanya. Pengoptimalan panca indra sangatlah penting ketika Anda memilih
pekerjaan ini.
Memegang
teguh kode etik pers dan peraturan undang undang yang berlaku memberi kemudahan
untuk dapat bekerja sebagai wartawan. Jujur dan tekun adalah kunci kesuksesan
dalam bekerja bukan?.
Harapannya,
saya mampu menerepkan ilmu dan pengalaman yang telah didapat untuk menjadi
wartawan berkompeten yang memiliki ciri khas tersendiri. Maju nya negara bisa
dikatakan dengan majunya pers di negara tersebut bukan? Sebagai lembaga sosial (social
institution), pers sangat mempengaruhi pola pikir dan kehidupan masyarakat,
tetapi sebaliknya masyarakat juga berpengaruh terhadap kehidupan pers. Jadi ayo asah kemampuan
jurnalis mu!!
Komentar
Posting Komentar